Thursday, July 30, 2009

MERCEDES BENZ SLR McLaren Roadster 722 S

Download Gambar Mobil Mercedes benz:
Mercedes benz SLR McLaren Roadster 722 S (2008)

Klik gambar untuk download ukuran 1600 x 1200





Klik gambar untuk download ukuran 1600 x 1200


Mercedes benz SLR McLaren Roadster 722 S 2008

Jika pabrikan lain sibuk menyiapkan rancangan terbarunya untuk menyambut 2009 nanti, berbeda dengan Mercedes-Benz. Karena Mercedes masih punya produk yang tetap bisa diandalkan, yaitu SLR McLaren Roadster 722 S yang baru saja diluncurkan September lalu. Ini adalah unit hasil peleburan versi atap keras SLR 722 Edition dan versi standar SLR Roadster.

Dengan mesin buatan tangan berkapasitas 5.5-liter V8, Roadster 722 S hanya membutuhkan waktu 3,8 detik untuk melesat dari posisi diam hingga 100 km/jam. Sementara kecepatan akhir bisa menembus 331,5 km/jam.

Performa tersebut hadir setelah jantung mekanis Roadster 722 S mampu mendulang tenaga maksimum 650 hp dan torsi 820 Nm. Kemampuan ini jauh lebih besar ketimbang versi standar SLR Roadster, di mana hanya menghasilkan tenaga 626 hp dan torsi 780 Nm. Mesin Roadster 722 S sendiri sama dengan yang digendong versi atap keras SLR 722.

Selain memiliki perbedaan performa, sistem suspensi SLR Roadster 722 S juga lebih hebat dari SLR Roadster. Menurut Mercedes-Benz, suspensi SLR Roadster 722 S perlu dibuat lebih kompleks agar supercar beringas ini mudah dikendalikan.

Dibanding versi standar, SLR Roadster 722 S memiliki karakter per dan shock absorber lebih keras. Bahkan bodinya dibuat lebih rendah 10 mm pada bagian depan dan belakang.

Penurunan ground clearance terjadi akibat penambahan body kit. Kata Mercedes-Benz, body kit telah menciptakan aerodinamika dan downforce SLR Roadster 722 S lebih baik. Karena itu, Mercedes-Benz yakin pendekar cantik ini bisa dituntun dengan mudah kendati sedang melesat cepat.

Melalui produknya ini, Mercy tampaknya hendak mencuri start. Karena mobil ini baru akan mulai dipasarkan pada Januari 2009. Jadi, bersabarlah jika Anda ingin memilikinya. (VIVAnews)

No comments: